2 RAHASIA AMPUH SEGALA KEMAUAN TERKABULKAN - Materi Ceramah dan Khutbah Jum'at

JANGAN LEWATKAN !! 
PENTING UNTUK PRIBADI SENDIRI

2 RAHASIA AMPUH SEGALA KEMAUAN TERKABULKAN - Materi Ceramah dan Khutbah Jum'at

Assalamu Alaikum warahmatullah wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini, ada hal yang sangat penting sepertinya harus di sampaikan kepada saudara saudari ku sekalian. Sebuah keyakinan dari dalam nurani bahwa semua orang itu memiliki basik keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Orang yang terbiasa berbuat salah, naif, dsalim saja pasti ingin berubah menjadi lebih baik.

Jika saudara saudari sekalian ingin berubah, mari menyimak 2 atau 3 hal yang akan di sampaikan pada kesempatan kali ini. Perlu diingatkan bahwa apabila materi ini tidak berkenan maka cukup untuk bagi bagi info saja dan bukan untuk dikritik, namun bila terasa ada baik dan manfaatnya maka sepertinya segera berubah ke arah yang lebih baik.

2 atau 3 hal ini sebenarnya sangat tak asing lagi bagi saudara saudari kaum muslimin sekalian. Tentunya hanya mengajak bagi kaum muslimin yang beriman kepada Allah karena 2 atau 3 hal ini adalah untuk orang orang yang beriman kepada Allah.

Kenapa dikatakan tak asing lagi ? Karena ini adalah materi yang sering di dengarkan setiap kali ada nasehat, apakah itu nasehat dari orang tua, guru, dosen dan profesor, bahkan dai , muballigh serta ustas kiyai dan ulama ulama di luar sana. Hanya saja, 2 atau 3 hal ini sering di anggap remeh dan sengaja di abaikan karena serasa hanya sebuah pelengkap saja atau ada yang lebih wajib dan penting dari 2 atau 3 hal ini.

Jika masih terus membaca ini, diharapkan betul betul bertekad menjadi lebih baik karena hal ini diyakini banyak yang membuktikannya dalam kehidupan pribadi mereka, hanya saja tidak merasakan bahwa apa yang ia rasakan dan buktikan perlu juga di sampaikan kepada orang lain. Mungkin saja ada alasan tersendiri seperti terkesan pamer, sombong atau tidak yakin karena mengira hanya sebuah kebetulan saja kejadiannya sehingga enggan untuk memberitahukannya kepada orang lain. Termasuk suami atau istri, anak dan keluarga lainnya. Padahal saat iya benar benar dalam mengerjakan 2 atau 3 hal ini maka seyakin yakinnya bahwa Allah yang akan menjawab segalanya.

2 atau 3 hal ini penting untuk disampaikan karena ini berasal dari sumber yang sangat kuat yaitu hadis Nabi Saw yang dikeluarkan di kitab Sahih Bukhari. Bahkan ia mencapai status Hadis Qudsi yang informasinya berasal dari Allah SWT, di terima dan disampaikan langsung oleh Nabi Saw.

Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, silahkan buka gambar yang terlampir dalam gambar di bawah ini agar teks dan tulisannya terlihat jelas.

Mari menelaah bersama di gambar berikut ini :

buka gambar untuk teks lebih jelas


Gambar di atas adalah kutipan hadis beserta terjemahannya. Jika masih ragu, silahkan telusuri ulang, baik secara digital, sistem aplikasi, atau secara manual dengan buku klasik seperti menggunakan metode takhrij Hadis.

Yakin saja, banyak di antara saudara saudari sekalian mampu memahami, menjelaskan, mendeskripsikan sendiri, mentafsirkan sendiri dengan berbagai koneksi ilmu pengetahuan yang bisa digunakan seperti bahasa Arab, Syarah hadis, Asbab wurud, dan korelasi dengan hadis lain, dan itu akan lebih baik lagi bila saudara saudari sekalian ingin mengkaji dan mendalami makna hadis di atas. Terlebih baik lagi bila hendak di praktekkan demi untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Poin penting yang di sampaikan pada kesempatan kali ini adalah, berdasarkan pada hadis di atas :

1. WALI ALLAH / PARA ULAMA

Ada apa dengan Ulama ? 

Dalam hadis disebutkan bahwa ada kata WALI, selanjutnya dalam penjelasan pendek dalam bagian bawah teks hadis di tempat yang lain di jelaskan bahwa WALI dimaksudkan di sini adalah ULAMA. Jadi yang menjadi poin penjelasan adalah ULAMA.

buka gambar untuk teks lebih jelas

Secara bahasa, kata Wali adalah wakil, atau orang dekat, sebagaimana yang sering jadi wakil atau wali adalah orang yang terdekat. Orang yang dekat Allah selain Nabi dan Rasul adalah ULAMA.

'" AL ULAMAAU WARASATUL ANBIYAAI"

ulama ulama itu memang pewaris para Nabi.

Kenapa Hadis ini mendahulukan pesan penting terkait Ulama ?

Sudah jelas, setelah risalah Wahyu telah perfect di era kenabian Muhammad Saw, dan beliau adalah stempel terakhir ara Nabi, Beliau berpesan bahwa Ulama itu pewaris Nabi. Segala Wahyu Al Qur'an dan Sunnah Nabi akan lebih akurat bila ulama yang menyampaikannya. Ulama menjadi wakil Nabi dalam menyampaikan segala risalah kenabian khususnya ajaran agama Islam.

SIAPA SIH ULAMA ITU ?

Kajian terkait seorang Dikatakan Ulama telah terdapat dalam banyak media, baik itu berupa video dan tulisan dan rekaman suara saja.

Seorang dikatakan ulama itu memiliki beberapa kriteria agar layak dikatakan sebagai seorang ulama. sebagaimana berikut ini.

PENGERTIAN DAN SYARAT JADI ULAMA

Pengertian Ulama

Secara bahasa, ULAMA dari kata bahasa Arab yakni Ilmun yaitu ilmu, kata ulama itu sendiri adalah bentuk jamak dari kata aalimun yang merupakan isim fail dari kata ilmun sabagai dasarnya. alim artinya orang yang memiliki ilmu. ilmu yang dimaksdukan adalah ilmu agama islam. bisa di simpelkan saja bahwa ulama itu adalah orang yang memiliki banyak ilmu dan pengetauan yang luas terkait agama islam. kurang lebihnya seperti itu.

Syarat Menjadi Ulama

Dalam prakteknya, sepertinya status menjadi ulama itu sepertinya agak rumit karena minimal haruas merupakan ahli ibadah, namun secara teori mungkin ada banyak yang bisa menjangkaunya dilihat dari sisi kependidikan dan tingkat kecerdasan seseorang hanya saja orang cerdas belum tentu rajin ibadah.

Ada beberapa menyampaikan syarat agar bisa dikatakan dan mencapai status ulama, seperti perkumpulan ORGANISASI NAHDATUL ULAMA, sering menyampaikan terkait ulama, bahkan menyebutkan syarat agar diberi gelar ulama, seperti berikut

1. memiliki kemampuan untuk interpretasi al quran dan hadis dengan beberapa disiplin ilmu yang berkaitan dengannya seperti asababul nuzul dll

2. banyak menguasai hadis hadis Nabi Saw

3. mampu merespon dan menjawab persoalan persoalan sosial khususnya masalah bersifat religius

4.menguasai ilmu ilmu agama seperti ushul fiqih, bahasa arab, ilmu ushul, qiyas dll

5. memahami ilmu ilmu metodologi seperti metodologi tafsir dan hadis

6. memiliki kemampuan istinbat hukum dari dalil.

7. memiliki akidah dan i'tikad yang benar sesuai ajaran islam.


Pentingnya Poin Ulama dalam hadis

Ini adalah hal yang biasa dan sering di dengarkan dan disaksikan dalam kehidupan sehari hari, tugas ulama mewakili para nabi untuk menyampaikan dakwah pesan pesan agama Islam, baik yang wajib begitu pula yang Sunnah.

Sekarang, peringatan penting dalam hadis untuk tidak memusuhi para ULAMA. Bila tejadi demikian maka sungguh Allah telah mengumumkan perang bersama. Dalam artian Allah akan murka kepada orang yang memusuhi, menghina, melecehkan ulama.

Maknanya adalah sebuah panutan terhadap ulama kepada hal hal yang disampaikannya selama tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan hadis. 

Meskipun seorang ulama keliru, salah, mungkin lupa atau khilaaf maka tidak layak bagi seseorang untuk melecehkan para ulama apalagi memusuhinya. Yang pastinya adalah ULAMA mengajak untuk menunaikan kewajiban atas kesaksian persyahadatan kepada Allah dan Muhammad Rasulullah sebagai utusan Allah.

Poinya adalah mengikut pada ulama, meneladani, mengerjakan nasehat dan terutama kewajiban sebagai orang muslim untuk terus mengerjakan kewajiban. Paling pentingnya adalah jangan coba coba memusuhi ulama, mencaci ulama. Karena layaknya mencaci Nabi, dan Allah pun akan memeranginya dan memerangi orang yang melakukannya.

Jika Allah sudah umumkan perang kepada orang yang membenci, memusuhi dan mencaci ulama/Wali Allah, maka bagaimana kira kira dengan kualitas permohonan, doa, perlindungan dari Allah, apakah Allah respek mengabulkan doa itu atau tidak, jawabannya pasti tidak akan dikabulkan. Olehnya itu, dengarkan dan teladani nasehat dan perbuatan para ulama.


2. AMALAN SUNNAH.

Poin ini adalah poin ampuh dalam kesempatan ini. Karena akan ada yang mengatakan biasa biasa saja ternyata belum di praktekkan, masih dianggap sepele dan memang hati belum berminat untuk melaksanakannya.

Apakah pernah dalam keseharian saudara saudari sekalian, melaksanakan kewajiban ibadah orang muslim hanya untuk sekedar pelepas tanggung jawab kewajiban saja.

Melaksanakan kewajiban memang dipahami adalah sesuatu yang harus di tunaikan, seperti shalat 5 waktu, zakat dll dengan kualitas ala kadarnya saja, yang penting selesai maka gugurlah kewajiban sebagai seorang Islam.

Akan tetapi, dalam menyelesaikannya tidak butuh bumbu ketenangan dan hanya terburu buru agar cepat selesai, khusyu dalam shalat diabaikan, makna bacaan shalat tidak diperhatikan.

Dengan demikian, kira kira apakah wajar bila Allah juga hanya memberikan kebutuhan yang pas pasan saja, memang sih Allah mengangap baik karena berbuat amal saleh karena menyelesaikan kewajiban, jadi Allah juga akan memberikan yang wajib wajib saja sebagai kebutuhan rezeki sesorang dalam kehidupan sehari hari seperti cukup untuk makan, cukup untuk minum , ada jajan untuk anak, namun jika menghitung adanya kelebihan maka susah bahkan nyaris tidak ada. Pernah tidak menganalisa seperti ini. Artinya ibadah tidak memiliki nilai tambah karena hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja.

Coba dalam kehidupan sehari hari, bukan cuma kewajiban saja yang di kerjakan, bahkan yang bersifat hukumnya sunat di kerjakan sebanyak mungkin, agar nilai tambah dalam pahala ibadah itu ada dan banyak, kira kira apakah mungkin Allah akan melebihkan pemberian rezekinya kepada seseorang, ada untuk tabungan, ada untuk belanja kecantikan,dll. Apakah ini kalkulator yang seimbang.

Jawaban untuk ini dapat dilihat pada hadis di atas, yakni Allah mencintai sesuatu yang mana lebih dicintai dari sesuatu yang telah Allah wajibkan sendiri, apakah itu ? Sesuatu itu adalah an nawafil yakni ibadah ibadah sunat.

Apa GARANSI Allah bagi yang melaksanakan ibadah Sunat ?

Kembali melihat hadis bahwasannya orang tersebut bila rajin melaksanakan ibadah sunat maka Allah akan mencintainya, jika Allah mencintainya maka Allah yang akan terlibat campur tangan bersamanya seperti Allah yang akan menjadi pendengarannya bila ia mendengar dan Allah akan menjadi penglihatannya bila ia melihat.

Coba telaah lebih dalam, jika sesorang melihat maka Allah yang menjadi penglihatannya, jika ia berjalan maka Allah akan menjadi kakinya. Ini bagaikan Allah mendukung segala aktifitas sesorang bila ia mengerjakan ibadah sunah.

1 lagi, bila ia meminta kepada Allah maka dijamin pasti akan diberi, dan bila ia minta tolong perlindungan maka pasti dilindungi, itu garansinya.

Apakah pembahasan ini masih kurang menarik untuk menjadi lebih baik. Coba jika dikaitkan dengan kekayaan, maka bila rajin ibadah sunat apakah masih ragu bahwa Allah tidak akan memberikannya ? Atau memohon kesejahteraan dan kebahagiaan, jabatan, status pangkat sosial, yang belum memiliki jodoh. Coba sebutkan apalagi yang menjadi keinginan saat ini. Maka bertekadlah merubah hidup ke arah yang lebih baik dengan rajin ibadah sunat.

Penulis secara pribadi bukanlah orang dengan tingkat jiwa religius tinggi, namun ada beberapa bukti doa muajarrab maqbul ketika ibadah sunat lebih sering dikerjakan oleh penulis dibandingkan lebih minim.

Ini hanya ajakan untuk berubah lebih menambah kualitas dan kuantitas ibadah, baik yang wajib begitupula yang Sunnah. Bukan berarti memperbanyak ibadah sunah tapi melupakan yang wajib. Maka itu keliru, tunaikan lah yang wajib dahulu kemudian taburkan keberkahan dengan ibadah ibadah sunah.

Mengingatkan kembali bahwa 2 poin ini dapat jadi panutan dalam kehidupan pribadi, bahkan Ampuh menjadi pedoman hidup di dunia menempuh hari akhirat.

- pertama, meneladani para ulama karena mereka pewaris Nabi, pewaris ilmu dan pewaris akhlak. sementara Nabi adalah orang terdekat dengan Allah. Meskipun sesekali ada kehilafan pada ulama, tidak layak bagi kaum muslimin untuk menghardik,.menghina dan memusuhinya.

- kedua, Memperbanyak ibadah Sunnah, setelah menunaikan kewajiban sebagai kunci agar Allah lebih mencintai kita.

Jika info ini bermanfaat, maka sebaiknya di laksanakan, bila perlu ajaklah orang lain untuk menjadi lebih baik juga.

Comments

Popular posts from this blog

6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah

SOLUSI MENCIPTAKAN KEDAMAIAN, KETENTRAMAN, KEAMANAN BERMASYARAKAT

Kenapa PUASA RAMADHAN Dihadiahkan TAQWA ?

SOMBONG ONLINE vs KEBIJAKSANAAN OFFLINE - Pintarlah ber MEDSOS !

Hal ini Kadang Terabaikan Saat Ramadhan

Masih VIRAL ! GUS MIFTAH, Utusan Khusus PRESIDEN vs Pedagang ES Teh Kaki Lima

INGATLAH ! Poin Penting Ramadhan

Lagi Lagi, Mbappe Susah Cetak Gol, Real Madrid Kalah !

REAL COUNT PILKADA 2024, Pramono Ungguli Ridwan Kamil di Jakarta

Hasil PILKADA 2024 - Makassar Inginkan Pemimpin MULIA

Harapan kami , Klik Follow ! dan Tankiyu